Selasa, 15 Maret 2016
Oke sob, bagi anda yang ingin ingin mempelajari ilmu tentang sholat berikut ini beberapa syarat syah sholat, ini sangat penting untuk di ketahui bagi anda yang ingin benar-benar melaksanakan ibadah sholat ...Hukum mempelajari ilmu sholat itu wajib menurut hukum syara bahkan alloh swtpun telah memrintahkan kpada umat nabi Muhammad saw untuk mempelajari dan melaksanakan ilmu/tatacara sholat yang benar sesuai dengan aturannya ..Berikut di antaranya :
بسم الله
الرّحمن الرّ حيم
--PASAL
SYARAT SYAH SOLAT—
(فصل) شرط الصلاة – شمانية - طهارة الحدثين –
والطهارةعن النجاسة – فى الثوب –
(Ari ieu eta hiji pasal) Ari pirang-pirang syarat
solat – Eta aya dalapan – Tegesna 1 bersih tina hadas dua - Jeung ka 2 na bersih tina pirang-pirang najis - Dina baju –
والبدن - والمكان – وسترالعورة – واستقبال القبلة – ودخول
الوقت – والعلم بفرظيتها
Jeung dina badan – Jeung dina tempatna – Jeungka 3
na nutupan aurat – Jeung ka 4 na madep ka kiblat – Jeung ka 5 na asup/manjing
waktu – Jeung ka 6 na nyaho kana kaparduana solat
– وأن لا يعتقد – فرضا – من فروضها – سنة –
واجتناب – المبتلات – الأحداث –
Jeung ka 7 na ulah nekadkeun si jalma – Kana hiji
pardu – Tina pirang-pirang kaparduana solat – kana sunat – Jeung ka 8 na kudu ngajauhan
– Kana pirang-pirang pangbatalan solat – Ari pirang-pirang hadas -
اثنان – أصغر – وأكبر – فالأصغر – ما أو جب
الوضوء – والأكبر - ما أو جب
Eta aya 2 – Tegesna 1 hadas leutik – Jeung ka 2 na
hadas gede – eta perkara anu ngawajibkeun kana wudhu – jeng ari hadas gede –
eta perkara anu ngawajibkeun
الغسل* العورات – أربع – عورةالرجل – مطلقا –
والأمة – فى الصلاة – ما – بين
Kana adus – Ari pirang-pirang aurat – Eta aya opat –
Tegesna ka 1 auratna lalaki – Anu mutlak – Jeung amat – Dina waktu sholat – Eta
perkara – Anu tetep antara
السرة – والركبة – وعورة الحرة – فى الصلاة –
جميع بدنها – ما سوى الوجه –
Bujal – Sareng tuurna sijalma – Ka 3 na aurat awewe –
Dina waktu solat – Eta perkara salianti wajah –
والكفين – وعورة الحرة والأمة – عند الأجا
نب – جميع البدن – وعند محارمهما –
Jeung dua dampal tampah lengeuna - Jeung ka 4 na aurat awewe amat (abid) –
Dina nalika keur biasa – Eta sakabeh badan – Jeung nalika sarta muhrimna -
والنساء – ما بين السرة – والركبة .
Jeung awewe – eta
perkara anu tetep antara bujal – jeung tuur .
Semoga bemanfaat dan selamat memperaktekan ... :)
Minggu, 06 Maret 2016
cara membuat calculator dgn VB 6.
Daim angka
(1 to 2) As integer
Dim
ooperatos As string
Private sub
cmd_clik (As integer)
Text1.text
= text1.text & cmd (index). Caption
End sub
Private sub
file1_click ()
End sub
Private sub
hitung_click ()
Dim hasil As
single
If text 1. Text = “ ” then exit sub
Angka (2) = (text 1.text)
Select case ooperator
Case “+”
Hasil = angka (1) +
angka (2)
Case “-”
Hasil = angka (1) -
angka (2)
Case “x”
Hasil = angka (1) x
angka (2)
Case “/”
Hasil = angka (1) / angka
(2)
End select
Text 1. Text
= hasil
End sub
Private sub
operator_clik (index as integer)
If text.1 text =”” then exit sub
Angka (1) = (sng (text.1 text )
Operator = operator (index) . caption
Text.1 text = ” “
End sub
Private sub command_clik
()
End sub
Private sub
command2_clik ()
End.
Jumat, 04 Maret 2016
3 Amal yang Pahalanya Tidak Terputus
Ada sepasang suami istri yang alhamdulillah sangat
kaya dan juga shaleh.
Mereka berulangkali berhaji. Setiap tahun juga mereka
melakukan umrah. Berapa banyak harta yang mereka habiskan untuk Haji dan Umrah.
Seorang ulama berkata bahwa amal mereka itu bagus dan
mendapat pahala. Hanya saja, jika mereka sudah meninggal, tentu mereka tak bisa
melakukan Haji dan Umrah lagi. Pahalanya pun berhenti mengalir.
Nah, maukah saya beritahu amal-amal yang pahalanya
akan terus mengalir meski bapak ibu sudah meninggal dunia? Ini dia:
إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ
صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah
amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan,
atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)
Allah memberi ganjaran sekecil apa pun amal yang kita
perbuat. Meski hanya sebesar dzarrah atau debu:
“Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang
walaupun sebesar zarrah, dan jika ada kebajikan sebesar zarrah, niscaya Allah
akan melipat gandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar” [An
Nisaa’ 40]
Setiap kebaikan yang kita lakukan mulai dari kewajiban
seperti sholat, puasa, zakat hingga amal yang sunnah insya Allah akan dibalas
Allah pahala yang berlipat ganda.
Bahkan ada orang yang karena mampu setiap tahun pergi
berhaji atau umrah dengan berharap mendapat pahala yang besar. Sesungguhnya itu
baik. Namun sayangnya saat kita meninggal, kita tidak akan mendapat pahala itu
lagi. Saat kita mati, terputus amal kita selain 3 amal yang di atas.
Oleh karena itu agar pahala kita terus mengalir meski
kita telah tiada, hendaknya kita berusaha mengerjakan 3 amal yang di atas.
Bagaimana pun kita tidak tahu berapa banyak dosa atau maksiyat yang telah kita
perbuat. Berapa banyak orang yang kita sakiti. Jadi kalau pahalanya pas-pasan,
bisa jadi akhirnya kita terjerembab ke neraka jahannam.
Sedekah Jariyah
Menurut Imam al-Suyuti (911 H) ada 10 amal yang
pahalanya terus menerus mengalir, yaitu: 1) ilmu yang bermanfaat, 2) doa anak
sholeh, 3) sedekah jariyah (wakaf), 4) menanam pohon kurma atau pohon-pohon
yang buahnya bisa dimanfaatkan, 5) mewakafkan buku, kitab atau Al Qur’an, 6)
berjuang dan membela tanah air, 7) membuat sumur, 8) membuat irigasi, 9)
membangun tempat penginapan bagi para musafir, 10) membangun tempat ibadah dan
belajar.
Itu hanya contoh kecil saja. Tentu saja sedekah
jariyah tidak terbatas pada hal yang di atas. Segala hal yang bermanfaat yang
bisa dinikmati masyarakat umum seperti membangun jalan, jembatan, website atau
TV yang bermanfaat insya Allah pahalanya akan terus mengalir kepada kita selama
yang kita bangun itu masih memberikan manfaat.
Menanam pohon mangga atau pohon kurma sehingga buahnya
bisa dinikmati atau pun pohon yang rindang seperti pohon Beringin sehingga
orang bisa berteduh pun bisa mendapatkan pahala.
Membangun masjid pun pahalanya amat besar dan tetap
akan mengalir selama masih ada orang yang memakainya untuk beribadah:
Hadits riwayat Usman bin Affan ra: ”Barang siapa yang
membangun sebuah masjid karena mengharapkan keridhaan Allah SWT, maka Allah
akan membangun untuknya sebuah rumah di surga. (H.R Bukhari dan Muslim)
Ilmu yang Bermanfaat
Ilmu akan bermanfaat jika kita sendiri terlebih dahulu
mengamalkannya. Kemudian kita ajarkan ke orang lain. Jika orang yang kita
ajarkan itu juga mengamalkan ilmunya, insya Allah kita akan mendapat pahala
meski kita telah tiada.
Kita bisa menjadi guru, dosen, atau mendirikan
sekolah/pesantren sehingga ilmu yang bermanfaat bisa diajarkan ke orang banyak.
Di zaman sekarang ini kita bisa mengajarkan ilmu ke
banyak orang sekaligus. Dengan membuat buku yang bermanfaat, kita dapat
membayangkan bagaimana kalau ada 1 juta orang yang membaca buku tersebut dan
mengamalkannya.
Dengan membuat website yang berisi ilmu yang
bermanfaat misalnya website Islam sehingga puluhan ribu orang bisa membaca dan
mengamalkan ilmunya, insya Allah juga akan mendapat pahala. Jika ada orang yang
meng-copy-paste tulisan anda, jangan sedih. Justru mereka membantu menyebarkan
ilmu anda sehingga jika website anda tutup karena anda tidak membayar sewa
domain atau hosting, ilmu anda tetap tersebar dan dinikmati orang lain.
Mendirikan TV Islam atau TV Komunitas yang bisa
memberikan ilmu yang bermanfaat pun insya Allah akan mendapat pahala.
Bagaimana jika kita bukan orang yang pintar atau ilmu
kita cetek? Jangan sedih. Dengan membantu ulama sehingga ilmunya tersebar,
membantu penerbitan buku yang bermanfaat, membantu pembuatan dan pemeliharaan
website atau TV Islam juga bisa membuat anda ikut mendapat pahala. Karena Allah
menghitung setiap amal yang kita lakukan sekecil apa pun amal itu!
“…Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan)
kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan
pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat
siksa-Nya.” [Al Maa-idah 2]
Rasulullah
saw. bersabda:
عن أبي موسى الأشعري ـ رضي الله عنه ـ عن النبي ـ صلى الله عليه وسلم ـ قال :
” المؤمن للمؤمن كالبنيان ، يشد بعضه بعضاً ، ثم شبك بين أصابعه ، وكان النبي ـ
صلى الله عليه وسلم ـ جالساً ، إذ جاء رجل يسأل ، أو طالب حاجة أقبل علينا بوجهه ،
فقال : اشفعوا تؤجروا ، ويقضي الله على لسان نبيه ما شاء ” . رواه البخاري ، ومسلم
، والنسائي
Dari Abu
Musa Al Asy’ari ra. dari Nabi Muhammad saw bersabda:
“Orang mukmin itu bagi mukmin lainnya seperti
bangunan, sebagiannya menguatkan sebagian yang lain. Kemudian Nabi Muhammad
menggabungkan jari-jari tangannya. Ketika itu Nabi Muhammad duduk, tiba-tiba datang
seorang lelaki meminta bantuan. Nabi hadapkan wajahnya kepada kami dan
bersabda: Tolonglah dia, maka kamu akan mendapatkan pahala. Dan Allah
menetapkan lewat lisan Nabi-Nya apa yang dikehendaki.” Imam Bukhari, Muslim,
dan An Nasa’i.
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia
(orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang
melakukannya. [HR Muslim, 3509].
Jadi jika kita turut andil dalam menyebarkan ilmu yang
bermanfaat, insya Allah, Allah akan melihatnya.
Anak Soleh yang Mendoakannya
Jika kita punya anak soleh yang mendoakan kita, insya
Allah kita akan mendapat pahala juga karena kita telah berjasa mendidik mereka
sehingga jadi anak yang saleh.
Oleh karena itu jika kita diamanahi anak oleh Allah,
hendaknya kita didik mereka sebaik mungkin hingga jadi anak yang saleh. Seorang
ibu jangan ragu untuk meninggalkan pekerjaannya di kantor agar bisa fokus
mendidik anaknya.
Lalu bagaimana jika kita tidak punya anak kandung?
Di situ tidak dijelaskan apakah anak saleh itu anak
kandung atau bukan. Jadi jika kita memelihara anak yatim pun kita tetap akan
dapat pahala jika mereka jadi anak yang saleh dan mendoakan kita.
Dari Abu Ummah, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Barang
siapa yang membelai kepala anak yatim karena Allah SWT, maka baginya kebaikan
yang banyak daripada setiap rambut yang diusap. Dan barang siapa yang berbuat
baik kepada anak yatim perempuan dan lelaki, maka aku dan dia akan berada di
syurga seperti ini, Rasulullah SAW mengisyaratkan merenggangkan antara jari
telunjuk dan jari tengahnya.” (Hadis riwayat Ahmad)
Dari situ jelas bahwa orang yang memelihara anak yatim
dengan penuh kasih sayang insya Allah akan masuk surga. Surganya pun bukan
surga tingkat rendah. Tapi surga tingkat tinggi karena berada di dekat Nabi
Muhammad SAW laksana jari telunjuk dengan jari tengah.
Paling tidak jika ada anak dari saudara kita atau
sepupu kita, santuni mereka. Bantu mereka.
Menyumbang ke keluarga miskin yang ada anaknya pun
atau panti asuhan insya Allah bisa mendapatkan pahala.
Sekian yang dapat kami
beritahukan semoga bermanfaat bagi kehidupan anda …





